Pages

  • Beranda

About Me

Pertemuan Rutin KKG PAI SD KEC.Watulimo Kab. Trenggalek
Lihat profil lengkapku

Followers

Blog Archive

  • ►  2014 (2)
    • ►  Mei (2)
  • ▼  2013 (4)
    • ▼  Juni (4)
      • MAKLAH METODOLOGI" QTL diimplementasikan dalam pel...
      • Makalah Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Islam
      • MAKALAH FIQH PERKAWINAN BEDA AGAMA
      • MAKALAH PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR PAI BERBASIS M...
Selasa, 18 Juni 2013

Makalah Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Islam



MAKALAH
”Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Islam”

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Supervisi Pendidikan Islam”

Dosen Pengampu
Dr. Prim Masrokan Muthohar, M.pd


Description: Description: STAIN Tulungagung
 








Disusun Oleh :

1.      Puput alfianti                      (3211113150)
2.      Taufik Akbar Ashari         (3211113168)
3.      Wahyu Nurhidayati           (3211113173)


TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEMESTER IV
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) TULUNGAGUNG
MARET 2013

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah bahwa hanya dengan petunjuk dan hidayahnya penulisan makalah ini dapat terselesaikan dan sampai dihadapan para pembaca yang berbahagia. Semoga kiranya membawa fanfaat yang sebesar-besarnya dan memberikan sumbangan yang berarti bagi pendidikna pada masa sekarang dan yang akan datang.
Sholawat serta salam semoga tetap terceruhkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang jelas membawa kita ke dunia yang penuh dengan kedamaian.
Dengan terselesaikannya pembuatan makalah ini penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada
  1. Dr. Maftukhin, M.Ag, selaku ketua STAIN Tulungagung yang telah memberikan fasillitas sebaik-baiknya bagi penulis.
  2. Dr. Prim Masrokan Muthohar, M.Pd, Selaku dosen pengampu yang telah memberikan konstribusi ilmiah sehingga membuka wawasan cakrawala berpikir penulis.
  3. Seluruh Admisi STAIN Tulungagung yang telah membantu terlaksananya proses belajar mengajar untuk segenap warga STAIN Tlungagung.
  4. Semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini.

Sebagaimana pepatah yang menyatakan tiada gading yang tak retak, maka penulis makalah inipun tentunya banyak dijumpai kekurangan dan kelemahanya. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mengharap tegur sapa serta saran-saran penyempurnaan, agar kekurangan dan kelemahan yang ada tidak sampai mengurangi nilai dan manfaat bagi pengembangan studi Islam pada umumnya. 

Tulungagung, 20 Maret 2013

                                                                                Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..............................................................................        i
KATA PENGANTAR ...........................................................................        ii
DAFTAR ISI .........................................................................................        iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................        1
B. Rumusan Masalah...............................................................................        2
C. Tujuan Pembahasan............................................................................        2
D. Batasan Masalah.................................................................................        2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Supervisi Pendidikan Islam  ............................................        3
B.Pentingnya Suprervisi Bagi Pendidikan..............................................        5
C. Tujuan Supervisi Pendidikan Islam....................................................        6
D. Fungsi Supervisi Pendidikan Islam....................................................        7
E. Prinsip Supervisi Pendidikan Islam   .................................................        9
F. Sasaran Supervisi Bagi Pendidikan Islam...........................................        11
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan..................................................................................        12
  2. Saran ...........................................................................................        12
DAFTAR RUJUKAN


BAB  I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
Supervisi pendidikan atau yang lebih dikenal dengan pengawasan pendidikan memiliki konsep dasar yang saling berhubungan. Dalam konsep dasar supervisi pendidikan dijelaskan beberapa dasar-dasar tentang konsep supervisi pendidikan itu sendiri. Pendidikan berbeda dengan mengajar, pendidikan adalah suatu proses pendewasaan yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didik dengan memberikan stimulus positif yang mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sedangkan pengajaran hanya mencakup kognitif saja artinya pengajaran adalah suatu proses pentransferan ilmu pengetahuan tanpa membentuk sikap dan kreatifitas peserta didik.
Oleh karena itu, pendidikan haruslah diawasi atau disupervisi oleh supervisor yang dapat disebut sebagai kepala sekolah dan pengawas-pengawas lain yang ada di departemen pendidikan. Pengawasan di sini adalah pengawasan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja para pendidik dan pegawai sekolah lainnya dengan cara memberikan pengarahan-pengarahan yang baik dan bimbingan serta masukan tentang cara atau metode mendidik yang baik dan professional.[1]
Dalam perkembangannya supervisi pendidikan memberikan pengaruh yang baik pada perkembangan pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan Islam sebagaimana konsentrasi pembahasan pada mata kuliah ini dan juga pembahasan yang dikupas didalamnya, sehingga para pendidik memiliki kemampuan mendidik yang kreatif, aktif, efektif dan inovatif. Dan dengan adanya mata kuliah supervisi pendidikan Islam pada institusi yang bergerak dalan bidang pendidikan akan lebih menunjang para mahasiswa untuk mengetahui bagaimana mengawasi atau mensupervisi pada pendidikan yang baik.
Untuk itu pengetahuan supervisi sangat diperlukan bagi calon-calon pendidik agar semua rangkaian kegiatan  di dalam kelas bisa mencapai tujuan yang baik. Terlebih sebagai kepala sekolah yang harus benar-benar memahami dan mengerti agar dapat memanajemen sistem yang ada didalam sekolah tersebut dengan baik sehingga visi misi sekolah bisa diwujudkan. Dalam makalah kami akan memberikan penjelasan mengenai apa itu supervisi, fungsi, dan tujuanya untuk bekal para pendidik sehingga dengan harapanya nanti dapat memanajemen seluruh kegiatan disekolah dengan baik.
B.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana pengertian supervisi pendidikan Islam ?
2.     Bagaimana pentingnya supervisi  bagi pendidikan Islam ?
3.    Bagaimana  tujuan supervisi pendidikan Islam ?
4.    Bagaimana fungsi supervisi pendidikan Islam ?
5.    Bagaimana  prinsip supervisi pendidikan Islam ?
6.    Bagaimana sasaran supervisi bagi pendidikan Islam ?

C.  Tujuan Masalah
1.    Untuk mengetahui bagaimana pengertian supervisi pendidikan Islam   
2.    Untuk mengetahui bagaimana pentingnya supervisi bagi pendidikan Islam
3.    Untuk mengetahui tujuan supervisi pendidikan Islam
4.    Untuk mengetahui fungsi supervisi pendidikan Islam
5.    Untuk mengetahui bagaimana prinsip supervisi pendidikan Islam
6.     Untuk mengetahui bagaimana sasaran supervisi bagi pendidikan Islam

D.        Batasan Masalah
Makalah ini hanya membahas tentang  penegertian, konsep, tujuan, fungsi, prinsip dan sasaran supervisi dalam  pendidikan Islam.














BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Supervisi Pendidikan Islam
1.    Pengertian supervisi Menurut Beberapa hal : 
Arti Supervisi menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( tematik).
a)    Secara morfologis,  Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan – orang yang berposisi diatas, pimpinan – terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervisi bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata - mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki
b)   Secara tematik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.
c)    Secara Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan.[2] 
Orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dalam menstimulir guru-guru kearah usaha mempertahankan suasana belajar mengajar yang lebih baik kita sebut Supervisor. Semua guru tetap pada statusnya sebagai guru, tetapi bila suatu saat ia berfungsi membantu guru memecahkan persoalan belajar dan mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, maka pada saat itu ia berfungsi sebagai Supervisor.
2.    Pengertian Supervisi Menurut Pendapat Para Ahli :
a.    P. Adams dan Frank G. Dickey
Supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstrimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembanagan guru-guru dan merevisi-tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran dan metode mengajarserta evaluasi pengajaran.
b.    Boardman
Supervisi adalah suatu usaha menstrimulir, mengkoordinir dan menstimulir, mengkoordinir serta membimbing secara kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran dengan demikian mereka dapat menstimulir dan membimbing pertumbuhan tiap murid secara kontinyu, serta mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern
c.    Mc. Nerney
Supervisi adalah prosedur memberi  arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran
d.   H. Burton dan Leo J. Bruckner
Supervisi adalah teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak
e.    Kimball Willes
Supervisi adalah bantuan dalam perkembangan dari belajar mengajar yang baik[3]
Dari definisi diatas kelompok kami menyimpulkan bahwa supervisi merupakan  suatu kegiatan pengarahan terhadap kinerja tenaga pendidik untuk memperbaiki suatu sistem pembelajaran dan pengajaran, merevisi-tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran serta metode mengajar serta evaluasi pengajaran agar dapat diterima oleh peserta didik  sehingga visi dan misi yang telah disusun didalam lembaga tersebut dapat terwujud yang akhirnya mampu melahirkan tenaga pendidik yang profesional dan peserta didik yang berkualitas. Sedangkan supervisi pendidikan Islam adalah suatu kegiatan pengarahan terhadap kinerja tenaga pendidik untuk memperbaiki suatu sistem pembelajaran dan pengajaran, serta memasukkan kurikulum yang berbasis keislaman terhadap mata pelajaran seingga para tenaga pendidik dalam pengajaranya dimasuki unsur-unsur keislaman agar tercipta anak didik yang religius dan berintelektual.
Supervisor sebagai pengawas pendidikan bertindak sebagai stimulator, pembimbing dan konsultan bagi guru-guru dalam perbaikan pengajaran dan menciptakan situasi belajar mengajar yang baik. Selain itu juga supervisi diharapkan mampu membawa dampak perkembangan yang baik bagi kemajuan proses pengajaran melalui peningkatan kurikulum yang ada disekolah sebagai salah satu sarana dalam meningkatkan mutu pendidikan.

B.     Pentingnya Supervisi bagi Pendidikan Islam
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran disekolah. Dalam usaha meninkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan kimponen sumber daya manusia yang harus dibina dan di kembangkan terus menerus. Potensi sumber daya guru itu perlu terus-menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Selain itu, pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat.
Dalam bukunya “ Role of Supervisor and Curriculum Directors in a Climate of Change “ Leeper menyimpulkan beberapa hal yang memberi gambaran tentang latar belakang perlunya supervisi antara lain sebagai berikut:
1.      Bahwa dalam perubahan sosial dewasa ini perlu diperhatikan dimensi baru, yaitu perubahan teknologi ruang angkasa
2.      Susunan Internasional yang berubah dari polarisasi kekuatan pluralisme dalam kekuatan
3.      Berkembangnya science dan teknologi yang semakin cepat
4.      Adanya urbanisasi yang semakin meningkat, menyebabkan masalah baru dalam pendidikan
5.      Adanya tuntutan hak-hak asasi manusia yang juga menyebabkan problema bagi para pendidik yang memerlukan pemecahan secara rasionil[4]


C.    Konsep Dasar Supervisi Pendidikan :
            I.            Tujuan Supervisi Pendidikan Islam
a)        Tujuan Umum
Yakni memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru ( dan staf sekolah yang lain) agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, terutama dalam melaksanakan tugas, yaitu melaksanakan proses pembelajaran. Selanjutnya apabila kualitas kinerja guru dan staf sudah meningkat, demikian pula mutu pembelajarannya, maka diharapkan prestasibelajar siswa juga akan meningkat. Pemberian bantuan pembinaan dan pembimbing tersebut dapat bersifat langsung ataupaun tidak langsung kepada giru yangbersangkutan.
Yang penting adalah bahwa pemberian bantuan dan pembimbing tersebut di dasarkan atas data yang lengkap, tepat, akurat, dan rinci, serta benar-benar harus sesuai dengan kenyataan. Tujuan yang masih umum ini tidak mudah untuk dicapai, tetapi harus di jabarkan menjadi tujuan khusus yang rinci dan jelas sasarannya.
b)        Tujuan Khusus
Bertitik tolak dari komponen-komponen sisitem pembelajaran atau faktor-faktor penentu keberhasilan belajar seperti yang sudah di gambarkan. Maka tujuan khusus supervisi adalah :
1.    Meningkatkan kinerja siswa sekolah dalam perannya sebagai peserta didik yang belajar dengan semangat tinggi, agar dapat mencapai prestasi belajar secara optimal
2.    Meningkatkan mutu kinerja guru
a.    Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut
b.    Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan kebutuhan siswanya.
c.    Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu dengan lainnya.
d.   Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.
e.    Meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan alat pengajaran.
f.     Menyediakan sebuah sistim yang berupa penggunaan teknologi yang dapat membantu guru dalam pengajaran.
g.    Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi guru.
3.       Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik
4.       Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa
5.      Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan.
6.      Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.[5]

         II.            Fungsi  Supervisi Pendidikan Islam
Fungsi utama supervisi pendidikan di tujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Ada bermacam-macam tanggapan tentang supervisi pendidikan sesuai dengan definisi yang telah dikemukakan:
1)   Franseth Jane maupun Ayer mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi adalah membina program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan
2)   Burton dan Bruckner, fungsi utama supervisi modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik
3)   Briggs mengungkapakan bahwa funsu utama supervisi bukan perbaikan pembelajaran saja, tapi untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mendorong ke arah pertumbuhan profesi guru
4)   Kimball Wiles bahwa funsi dasar supervisi adalah memperbaiki situasi beljar-mengajar di sekolah dapat di perbaiki bila supervisor atau pemimpin pendidikan memiliki ketrampilan
5)   Swearingen,  Ia mengungkapkan terdapat 8 (delapan) hal yang menjadi fungsi supervisi pendidikan yakni:
a.    Mengkoordinasi semua usaha sekolah
Oleh karena perubahan terus menerus terjadi, maka kegiatan sekolah juga makin bertamabah. Usaha-usaha sekolah makin menyebar. Perlu ada koordinasi yang baik terhadap semua usaha sekolah yakni:
1.    Usaha tiap guru
Ada sejumlah guru yang mengajar bidang studi yang sama dan tiap guru ingin mengemukakan idenya dan menguraikan materi pelajaran menurut pandangannya ke arah peningkatan
2.    Usaha-usaha sekolah
Dalam menentukan kebijakan, merumuskan tujuan-tujuan atas setiap kegiatan sekolah termasuk program-program sepanjang tahun ajaran perlu ada koordinasi yang baik
3.    Usaha-usaha bagi pertumbuan jabatan
Tiap guru ingin bertambah dalam jabatannya. Melalui membaca buku-buku dan gagasan baru guru-guru ingin belajar terus-menerus.melalui inservice training, extension course, workhshop, seminar guru-guru selalu berusaha meningkatkan diri sekaligus merupakan hiburan intelektual.
b.    Memperlengkapi kepemimpinan sekolah
Dalam masyarakat demokratis kepemimpinan yang demokratis perlu dikembangkan. Kepemimpinan itu suatu ketrampilan yang harus dipelajari. Dan itu harus melalui latihan terus-menerus. Dengan melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memeliki ketrampilan dalam kepemimpinan di sekolah.
c)      Memperluas pengalaman guru-guru
Agar dari pengalaman terletak pad sifat dasar manusia. Manusia selalu ingin mencapai kemajuan yang semaksimal mungkin. Seorang yang akan jadi pemimpin, bila ia mau belajar dari pengalaman nyata di lapangan, melalui pengalaman baru ia dapayt memperkaya dirinya dengan pengalaman belajar baru
d)     Menstimulasi usaha-usaha sekolah yang kreatif
Usaha-usah kreatif bersumber pada pandangan manusia. Semua orang percaya pada manusia di ciptakan dengn memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya.
e)      Memberi fasilitas dan penilaian yang terus-menerus
Untuk meningkatkan SDM diperlukan penilaian terus-menerus. Melaui penelitian dapat diketahui kelemhan dan kelebihan dari hasil dan proses belajar-mengajar. Penelitian itu harus bersifat menyeluruh dan kontinyu
f)       Menganalisis situasi belajar-mengajar
Supervisi diberikan dengan tujuan tertentu. Tujuannya ialah untuk memperbaiki situasi belajar mengajar. Agar usaha memperbaiki situasi belajar dapat tercapai, maka perlu analisis hasil dan proses pembelajaran.
g)      Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada setiap anggota staf
Setiap guru memiliki potensi dan dorongan untuk berkembang.kebanyakan potensi dan dorongan untuk berkembang krena berbagai faktor ( objektif atau subjektif )
h)      Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam meremuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru[6]
Supervisi sebagai penggerak perubahan ditujukan untuk menghasilkan perubahan manusia kearah yang dikehendaki, kemudian kegiatan supervisi harus disusun dalam suatu program yang merupakan kesatuan yang direncanakan dengan teliti dan ditujukan kepada perbaikan pembelajaran.
Terkait dengan itu, proses bimbingan dan pengendali maka supervisi pendidikan menghendaki agar proses pendidikan dapat berjalan lebih baik efektif dan optimal. Adapun indikasi lebih baik itu diantaranya adalah:
a. Lebih mempercepat tercapainya tujuan
b. Lebih memantapkan penguasaan materi
c. Lebih menarik minat belajar siswa
d. Lebih baik daya serapnya
e. Lebih banyak jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar
f. Lebih mantap pengelolaan administrasinya
g. Lebih mantap pemanfaatan media belajarnya.

      III.            Prinsip Supervisi Pendidikan Islam
Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor dalam melaksanakan supervisi hendaknya bertumpu pada prinsip supervisi sebagai berikut:
1)    Ilmiah (scientific) yang mencakup unsur-unsur sebagai berikut
a.    Sistematis, yaitu dilaksanakan secara teratur, berencana dan kontinyu.
b.    Objektif artinya data yang didapat berdasarkan pada observasi nyata, bukan tafsiran pribadi.
c.    Menggunakan alat/instrumen yang dapat memberikan informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan penilaian terhadap proses belajar mengajar.
2)    Demokratis : Menjunjung tinggi asas musyawarah. Memiliki jiwa kekeluargaan yang kuat, serta sanggup menerima pendapat orang lain
3)    Kooperatif :Seluruh staf sekolah dapat bekerja sama, mengembangkan usaha bersama dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.
4)    Konstruktif dan kreatif : Membina inisiatif guru serta mendorongnya untuk aktif menciptakan suasana dimana tiap orang merasa aman dan dapat mengembangkan potensi-potensinya.[7]
Disamping prinsip itu dapat dibedakan juga prinsip positif dan prinsip negatif.
1)    Prinsip positif, yaitu prinsip yang patut kita ikuti :
a)      Supervisi harus dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif
b)      Supervisi harus kreatif dan konstruktif
c)      Supervisi harus scientific dan efektif
d)     Supervisi harus dapat memberi perasaan aman kepada guru-guru
e)       Supervisi harus berdasarkan kenyataan
f)       Supervisi harus memberi kesempatan kepada guru mengadakan Self Evolution.
2)   Prinsip Negatif, yaitu prinsip yang tidak patut kita ikuti :
a)       Seorang supervisor tidak boleh bersifat otoriter
b)       Seorang supervisor tidak boleh mencari kesalahan pada guru-guru
c)       Seorang supervisor bukan inspektur yang ditugaskan memeriksa apakah peraturan dan instruksi yang telah diberikan dilaksanakan dengan baik.
d)      Seorang supervisor tidak boleh menganggap dirinya lebih tinggi dari para guru
e)       Seorang supervisor tidak boleh terlalu banyak memperhatikan hal kecil dalam cara guru mengajar.
f)       Seorang supervisor tidak boleh lekas kecewa jika mengalami kegagalan.
Bila prinsip-prinsip diatas diterima maka perlu diubah sikap para pemimpin pendidikan yang hanya memaksa bawahannya, menakut-nakuti dan melumpuhkan kreatifitas dari anggota staf. Sikap korektif harus diganti dengan sikap kreatif yaitu sikap yang menciptakan situasi dan relasi dimana orang merasa aman dan tenang untuk mengembangkan kreatifitasnya.

      IV.            Sasaran Supervisi bagi Pendidikan Islam
Objek kajian supervisi ialah perbaikan situasi belajar mengajar. Adapun sasaran utama dari pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut adalah  peningkatan kemampuan profesional guru, diharapkan dapat meningkat pula prestasi belajar siswa, dan itu berarti meningkat pula kualitas lulusan sekolah itu.
Sasaran Supervisi Ditinjau dari objek yang disupervisi, ada 3 macam bentuk supervisi :
1.         Supervisi Akademik, Menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang berlangsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu
2.         Supervisi Administrasi, Menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya pembelajaran.
3.         Supervisi Lembaga, Menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah. Supervisi ini dimaksudskan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan. Misalnya: Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Perpustakaan dan lain-lain.[8]










BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.    Supervisi artinya pengawasan di bidang pendidikan
2.    Pentingnya Supervisi bagi Pendidikan Islam karena adanya tuntutan hak-hak asasi manusia yang juga menyebabkan problema bagi para pendidik yang memerlukan pemecahan secara rasionil
3.    Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor dalam melaksanakan supervisi hendaknya bertumpu pada prinsip supervisi
4.    Fungsi utama supervisi pendidikan di tujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran
5.    Sasaran atau objek dari tiap-tiap jenis supervisi adalah sesuai dengan nama dan lingkup kajiannya.
6.    Tujuan supervisi dibedakan menjadi dua yakni tujuan umum dan tujuan khusus


B.     SARAN
Kami sebagai penyusun menyadari bahwa pembuatan makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengaharapkan kritik dan sarannya yang membangun, agar pembuatan makalah ini bisa lebih baik lagi. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan khususnya bagi kami.



DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsini, Dasar-Dasar Supervisi, Jakarta : PT. Rineka Cipta,2006
Sahertian,Piet, Mataheru,Frans, Prinsip & Tehnik Supervisi Pendidikan,Surabaya: Usana Offset Printing. 1981
 Sahertian, Piet,Dasar-Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan, Juni 2000. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Juni 2000



























[1] Suharsimi Arikunto,Dasar-Dasar Supervisi,PT. Rineka Cipta,Jakarta,Agustus 2006,hal:1-2
[2] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Supervisi, Agustus 2006. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Hal.2
[3] Piet. A. Sahertian, Frans Mataheru, Prinsip & Tehnik Supervisi Pendidikan,1981. Surabaya: Usana Offset Printing. Hal.18
[4] Piet. A. Sahertian, Frans Mataheru, Prinsip & Tehnik Supervisi Pendidikan,1981. Surabaya: Usana Offset Printing. Hal.2

[5] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Supervisi, Agustus 2006. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Hal.40

[6] Piet A. Sahertian, Dasar-Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan, Juni 2000. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Hal.21

[7] Piet. A. Sahertian, Frans Mataheru, Prinsip & Tehnik Supervisi Pendidikan,1981. Surabaya: Usana Offset Printing. Hal.30


[8] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Supervisi, Agustus 2006. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Hal.33


 




Diposting oleh Pertemuan Rutin KKG PAI SD KEC.Watulimo Kab. Trenggalek di 03.13
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

1 komentar:

akhy mengatakan...

Thank you for your help so they can help me ... I copy it separoo ..

20 Juni 2015 pukul 22.05

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright © 2012 Keep Spirit |