Minggu, 18 Mei 2014
MAKALAH MEMAHAMI HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
MEMAHAMI HAKEKAT
KEWIRAUSAHAAN
MAKALAH
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
STRATEGI PENGUSAHA SUKSES
Dosen Pembimbing :
SAIFUL BAHRI, M.Ag.
NIP. 19710105 200701 1 034

Disusun oleh :
1. ADIB
BAHRU SHOFI (3211113002)
2. LINDA
TRIANA (3211113011)
3. M.
MASRUR ROZIQI (3211113015)
4. NOVITA
DIAN SARI (3211113020)
- SITI ROHMAH YUNIARTI (3211113024)
- PUPUT ALFIANTI (3211113150)
- PUTRI RUSMITA SARI (3211113151)
- EKO CAHYONO (3211113186)
KELAS : 6 - A
FAKULTAS :
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN
: PAI
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN)
TULUNGAGUNG
MARET 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas segala
limpahan rahmat, taufik, hidayahnya,
serta Inayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas yang diberikan. Sholawat serta salam semoga
tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa
kita dari zaman jahiliyah menuju zaman terang benderang, yakni addinul Islam.
Semoga kita mendapat syafa’atnya min yaumil kiyamah. Amin.
Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada:
- Dr. Maftukhin, M.Ag, selaku Rektor IAIN Tulungagung yang telah memberi izin kepada kami untuk melanjutkan study.
- Saiful Bahri, M.Ag, selaku dosen pembimbing mata Strategi Pengusaha Sukses yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan atas pembuatan tugas individu ini.
- Admisi pendidikan selaku tenaga kerja perpustakaan.
- Kedua orang tua yang telah memberikan bantuan materi dan moril.
- Serta semua pihak yang telah membantu terwujudnya makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa yang disajikan dalam makalah ini masih
jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun mengharapkan kepada semua pihak atas
kritik dan saran dari kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya
dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas terselesainya tugas makalah ini
dan semoga bermanfaat bagi kita semua, Amin.
Tulungagung, 26-03-2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul........................................................................................................................ 1
Kata Pengantar....................................................................................................................... 2
Daftar Isi................................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang Masalah................................................................................................. 4
B Rumusan Masalah........................................................................................................... 5
C Tujuan Pembahasan........................................................................................................ 5
BAB II PEMBAHASAN
A.
Hakekat Kewirausahaan............................................................................................... 7
B Tujuan Kewirausahaan................................................................................................... 8
C Ruang Lingkup Kewirausahaan..................................................................................... 9
D Manfaat Kewirausahaan...............................................................................................10
E Objek
Kewirausahaan...................................................................................................11
F Keuntungan dan
Kelemahan menjadi Wirausahawan ................................................11
G Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan...............................................................12
BAB III PENUTUP
A Kesimpulan................................................................................................................... 14
B Saran............................................................................................................................. 15
DAFTAR RUJUKAN...........................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kewirausahaan
(Entrepreneurship) adalah
proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.
Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam
menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha
baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan
oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di
Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.
Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara
seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas
yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an,
hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI
Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau
perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan
seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan
formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan
menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut
wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur)
mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka
mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait
dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana
Hakekat Kewirausahaan ?
2. Bagaimana Tujuan Kewirausahaan ?
3. Bagaimana
Ruang Lingkup Kewirausahaan ?
4. Bagaimana Manfaat Kewirausahaan ?
5. Bagaimana
Objek Kewirausahaan ?
6. Bagaimana
Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan ?
7. Bagaimana
Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan ?
C.
TUJUAN MASALAH
1. Untuk
mengetahui Hakekat Kewirausahaan
2. Untuk
mengetahui Tujuan Kewirausahaan
3. Untuk
mengetahui Ruang Lingkup Kewirausahaan
4. Untuk
mengetahui Manfaat Kewirausahaan
5. Untuk
mengetahui Objek Kewirausahaan
6. Untuk
mengetahui Keuntungan dan Kelemahan menjadi
Wirausahawan
7. Untuk
mengetahui Keberhasilan
dan Kegagalan Wirausahawan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Hakekat
Kewirausahaan
Wirausaha
adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai
kesempatan dan kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan
untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka
meraih sukses.
Kewirausahaan pada hakekatnya
adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan
inovatif kedalam
dunia nyata secara kreatif. Sedangkan yang dimaksud dengan seorang wirausahawan
adalah orang – orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan -
kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya - sumber daya yang dibutuhkan untuk
mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak
dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara
kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.
Ada
6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1. Kewirausahaan
adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber
daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad
Sanusi, 1994).
2. Kewirausahaan
adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability
to create the new and different) (Drucker, 1959).
3. Kewirausahaan
adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan
persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4. Kewirausahaan
adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase)
dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5. Kewirausahaan
adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu
yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6. Kewirausahaan
adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan
sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Menurut Zimmerer, Nilai tambah tersebut dapat diciptakan
dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan
cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien,
memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk
memberikan kepuasan kepada konsumen.[1]
Secara
epismologis, sebenarnya kewirausahaan hakekatnya adalah suatu kemampuan dalam
berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya,
tenaga pengerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup.
Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata-kata tetapi juga
berbuat merealisasikan rencana-rencana dalam pikirannya kedalam suatu tindakan yang
berorentasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, pola pikir tentang
sesuatu yang baru serta inovasi, yaitu tindakan dalam sesuatu yang baru.
Dari uraian di atas
ciri-ciri kepribadian seorang wirausaha adalah sebagai berikut:
1. Memiliki cita-cita dan kemudian
berusaha mewujudkan cita-cita tersebut.
2. Berani menanggung resiko.
3. Mau dan suka bekerja keras.
4. Memiliki semangat yang tinggi dan tidak
mudah putus asa.
5. Memiliki rasa percaya diri yang kuat.
6. Memiliki keterampilan untuk memimpin
orang lain.
7. Memiliki daya kreativitas yang tinggi.
Menurut
Sukanto Tanoto, yang berkaitan dengan pandangan bisnis dan penggunaan sumber
daya manusia, ada empat tipe wirausaha, yaitu:
1.
Kelompok wirausaha yang tidak memiliki
bayangan dan cita-cita untuk menjadi besar. Bagi kelompok ini, sudah merasa
cukup bila hasil bisnisnya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
2. Kelompok wirausaha yang gagal dalam
bisnisnya.
3. Kelompok usaha yang sukses semasa
pemilik modal atau bisnis masih hidup.
4. Kelompok wirausaha yang menyadari bahwa
usahanya tidak dapat berkembang lebih jauh lagi, kalau tidak mengembangkan
sumber daya manusianya.[2]
B.
Tujuan Kewirausahaan
Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan
dapat diajarkan dan dikembangkan di Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah,
Perguruan Tinggi, dan di berbagai kursus bisnis. Di dalam pelajaran
Kewirausahaan, para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk
membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Agar lebih
jelas, di bawah ini diuraikan tujuan dari Kewirausahaan, sebagai berikut:
1. Meningkatkan
jumlah para wirausaha yang berkualitas.
2. Mewujudkan
kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan
masyarakat.
3. Membudayakan
semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan
masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
4. Menumbuhkembangkan
kesadaran dan orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para
siswa dan masyarakat.
C.
Ruang Lingkup Kewirausahaan
Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas
sekali. Secara umum, ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis.
Jika diuraikan secara rinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang:
1. Lapangan
agraris
a. Pertanian
b. Perkebunan
dan kehutanan
2. Lapangan
perikanan
a. Pemeliharaan
ikan
b. Penetasan
ikan
c. Makanan
ikan
d. Pengangkutan
ikan
3. Lapangan
peternakan
a. Bangsa
burung atau ungags
b. Bangsa
binatang menyusui
4. Lapangan
perindustrian dan kerajinan
a. Industri
besar
b. Industri
menengah
c. Industri
kecil
1) Pengrajin
5.
Lapangan pertambangan dan energy
a. Lapangan
perdagangan
1) Sebagai
pedagang besar
2) Sebagai
pedagang menengah
3) Sebagai
pedagang kecil
6.
Lapangan pemberi jasa
a. Sebagai
pedagang perantara
b. Sebagai
pemberi kredit atau perbankan
c. Sebagai
pengusaha angkutan
d. Sebagai
pengusaha hotel dan restoran
e. Sebagai
pengusaha biro jasa travel pariwisata
f. Sebagai
pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain
sebagainya.[3]
D.
Manfaat
Kewirausahaan
Kewirausahaan memiliki manfaat sosial, yaitu:
Kewirausahaan memiliki manfaat sosial, yaitu:
a. Menambah
daya tampung
tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran
b. Sebagai
generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan
lingkungan, kesejahteraan, dsb.
c. Menjadi
contoh bagi anggota masyarakat lain sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh,
karena wirausaha itu adalah orang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan
orang lain
d. Selalu
menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu memperjuangkan
lingkungan.
e. Berusaha
memberi
bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
f. Berusaha
mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan
g. Memberi
contoh bagaimana bekerja keras, tapi tidak melupakan perintah agama
Kewirausahaan juga memiliki manfaat
individual, yaitu :
1. Memperoleh
kontrol
atas kemampuan diri
2. Pemanfaatan
potensi dan melakukan perubahan
3. Memperoleh
financial tanpa batas
4. Berkontribusi
pada masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha.
5. Hidup
secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.[5]
E.
Objek Kewirausahaan
Seperti ilmu lain, kewirausahaan
memiliki objek studi yang pada intinya adalah nilai-nilai dan kemampuan
seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku di dunia nyata. Beberapa objek
kewirausahaan sebagai berikut :
a. Kemampuan
merumuskan tujuan hidup dan mengelola usaha.
b. Kemampuan
memotivasi diri.
c. Kemampuan
berinisiatif
d. Kemampuan
membentuk modal (capital)
e. Kemampuan
mengatur waktu (time management skill)
f. Kemampuan
mental yang dilandasi agama
g. Kemampuan
mengambil hikmah dari pengalaman.[6]
F. Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan
Keuntungan
menjadi wirausaha adalah:
a. Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan
kemampuan serta potensi seseorang secara penuh
b. Terbuka peluang untuk mencapai tujuan
yang dikehendaki sendiri
c. Terbuka peluang untuk mendapatkan
manfaat dan keuntungan secara maksimal
d. Terbuka kesempatan untuk menjadi bos
e. Terbuka peluang membantu masyarakat dengan
usaha-usaha yang konkrit.
Sedangkan
kelemahannya antara lain:
1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti,
dan memikul berbagai resiko. Jika resiko ini telah
diantisipasi dengan baik, maka berarti wirausaha telah menggeser resiko tersebut.
2. Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya
panjang
3. Kualitas kehidupannya masih rendah
sampai usahanya berhasil, sebab dia harus
berhemat.
4. Tanggung jawabnya sangat besar, banyak
keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang
dihadapinya.[7]
G.
KEBERHASILAN
DAN KEGAGALAN WIRAUSAHAWAN
a. Keberhasilan
Kewirausahaan
a. Kerja keras
yaitu menjalankan usaha kita perlu menyadari bahwa setiap orang yang menekuni
bidang usaha, usaha apapun itu, dituntut untuk memiliki pemikiran untuk selalu
bekerja keras dan tekun.
b. Kerja sama
dengan orang lain yaitu Sebagai makhluk sosial, yang mau tidak mau kita mesti bergantung kepada
orang lain, maka dari itu semestinyalah kita belajar bergaul dan membawa diri
pada orang lain.
c. Penampilan yang
baik, Penampilan adalah cerminan kebersihan hati dan perilaku seseorang,
oleh karena itu, untuk menunjang usaha yang kita lakukan maka penampilan juga
sangat berperan.
d. Yakin, keyakinan yaitu Segala
sesuatu yang dilakukan wujudkan dalam diri kita bahwa kita bisa.
e. Pandai membuat
keputusan.
f. Mau menambah
pengetahuan yaitu Seorang wirausahawan dituntut untuk selalu belajar dari
sekelilingnya, lingkungan sekitarnya dan dari produk-produk yang dibuat.
g. Pandai
berkomunikasi yaitu Belajarlah mengeluarkan kalimat yang baik (sesuai).
2. Kegagalan Kewirausahaan
a. Kurangnya dana untuk modal. Tidak semua kegagalan disebabkan
karena modal yang tidak ada, akan tetapi sebagian besar kegagalan itu ada
karena kurangnya dana.
b. Kurangnya
pengalaman dalam bidang bisnis. Berikan suatu jabatan kepada ahlinya,
dengan kata lain tempatkan sesuatu pada tempatnya.
c. Tidak
adanya perencanaan yang tepat dan matang. Dalam berwirausaha,
merencanakan sesuatu, atau menyusun sesuatu perlu disiapkan sebelumnya.
d. Tidak cocoknya
minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluti (diteliti).
Terkait dengan penjelasan point b diatas, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya, termasuk tempatkan minat dan bakat dimana orang itu berminat dan berbakat agar usaha atau pekerjaan yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat ditekuni dengan baik.
Terkait dengan penjelasan point b diatas, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya, termasuk tempatkan minat dan bakat dimana orang itu berminat dan berbakat agar usaha atau pekerjaan yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat ditekuni dengan baik.
3. Sebab – sebab Kegagalan dalam Menjalankan
Usaha
a. Kurang ulet dan
cepat putus asa, sedangkan kita harus dituntut untuk rajin, tekun, sabar, dan
jangan putus asa.
b. Kurang tekun dan
teliti.
c. Kurangnya
pengawasan.
d. Kemacetan yang
sering terjadi.
e. Pelayanan yang
kurang baik.
f. Tidak jujur dan
kurang cekatan.
g. Kurang inisiatif
dan kurang kreatif.
h. Kekeliruan dalam
memilih lapangan usaha.
i. Menyamakan perusahaan
sebagai badan sosial, karena salah satu ciri-ciri kalau orang berbisnis harus kikir, kalau badan
sosial, ikhlas beramal, karena apabila perusahaan jadi kikir maka ia jelas
irit.
j. Banyak pemborosan
dan penyimpangan.
k. Kurang dapat
menyesuaikan dengan selera konsumen.
l. Sulit memisahkan
antara harta pribadi dengan harta perusahaan.
m. Mengambil kredit
tanpa pertimbangan yang matang.
n.
Memulai usaha tanpa pengalaman
dan modal pinjaman.
o.
Banyaknya piutang ragu-ragu.
p.
Kekeliruan menghitung harga pokok. Dalam melakukan suatu usaha penjualan
harus menghitung berapa banyak harga pokok.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
a.
Kewirausahan
pada hakekatnya adalah sifat, cirri dan watak seseorang yang memiliki kemauan
dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif
b.
Tujuan dari Kewirausahaan yakni: meningkatkan
jumlah para wirausaha yang berkualitas, mewujudkan kemampuan dan kemantapan
para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, membudayakan
semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan
masyarakat yang mampu, handal, dan unggul, menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi
kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.
c.
Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas
sekali namun secara umum ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis
d.
Kewirausahaan memiliki manfaat sosial
dan manfaat individual sehinggan kegiatan kewirausahaan dapat membantu perekonomian menjadi lebih baik
e.
Kewirausahaan memiliki objek studi yang
pada intinya adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam
bentuk perilaku di dunia nyata
f.
Keuntungan
menjadi wirausaha adalah: terbuka peluang untuk mendemonstrasikan
kemampuan serta potensi seseorang secara penuh, mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri, mendapatkan manfaat
dan keuntungan secara maksimal, kesempatan
untuk menjadi bos,membantu
masyarakat dengan usaha-usaha yang konkrit. Sedangkan
kelemahannya antara lain: memperoleh pendapatan
yang tidak pasti, dan memikul berbagai resik, bekerja keras dan waktu/jam
kerjanya panjang, kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil,
sebab dia harus berhemat, tanggung jawabnya sangat
besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai
permasalahan yang dihadapinya
g.
Keberhasilan kewirausahaan terdiri dari kerja keras, kerja sama dengan orang lain, penampilan
yang baik, yakin, keyakinan, pandai membuat keputusan, mau menambah
pengetahuan, pandai berkomunikasi. Sedangkan kegagalan kewirausahaan kurangnya
dana untuk modal, kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis, tidak adanya
perencanaan yang tepat dan matang, tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha
yang sedang digeluti
B.
SARAN
Alhamdulilah berkat kesempatan yang
diberikan Allah SWT makalah ini dapat
terselesaikan sesuai waktunya. Demikian yang dapat kami sampaikan dan tulisan
dalam makalah ini , jika ada kekurangan maka kami selaku penulis memohon maaf
yang sebesar besarnya serta besar harapan kami untuk mendapatkan saran-saran
yang bermanfaat.
DAFTAR RUJUKAN
Anoraga, Pandji. 2000. “Manajemen
Bisnis”, Jakarta: PT. Rineka Cipta
Alma, Buchari,. 2002, “Kewirausahaan”, Bandung : cv. Alphabeta
Kristanto,Heru. 2009, “Kewirausahaan Entrepreneurship”, Yogyakarta : Graha ilmu
file:///G:/file%20wirausaha/makalah-kewirausahaan.html diakses pada tanggal 26
Maret 2014
file:///G:/file%20wirausaha/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup.html diakses pada tanggal 26
Maret 2014
[1] file:///G:/file%20wirausaha/makalah-kewirausahaan.html
diakses pada tanggal 26 Maret 2014
[2] Pandji Anoraga, manajemen
bisnis, (Jakarta: PT. Rineka cipta, 2000), Hal. 41- 42
[3] file:///G:/file%20wirausaha/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup.html
diakses pada tanggal 26 Maret 2014
[4] Buchari Alma, Kewirausahaan,
(Bandung : cv. Alphabeta, 2002), Hal. 1
[5] Heru Kristanto, Kewirausahaan
Entrepreneurship, (Yogyakarta : Graha ilmu, 2009), Hal. 12
[6] Kristanto, Ibid, Hal. 4
[7]Buchari, Ibid, Hal. 4
Langganan:
Komentar (Atom)