Pages

  • Beranda

About Me

Pertemuan Rutin KKG PAI SD KEC.Watulimo Kab. Trenggalek
Lihat profil lengkapku

Followers

Blog Archive

  • ▼  2014 (2)
    • ▼  Mei (2)
      • MAKALAH MEMAHAMI HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
      • RPP PRAKTIKUM MICROTEACHING K.13
  • ►  2013 (4)
    • ►  Juni (4)
Minggu, 18 Mei 2014

MAKALAH MEMAHAMI HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN



MEMAHAMI HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
STRATEGI PENGUSAHA SUKSES
Dosen Pembimbing :
SAIFUL BAHRI, M.Ag.
NIP. 19710105 200701 1 034
Description: E:\Δ Smad-Lock (Brankas Smadav) Δ\TUGAS SMT 5\1492993_10201175013202018_1646831131_n.jpg
Disusun oleh :
1.      ADIB BAHRU SHOFI                   (3211113002)
2.      LINDA TRIANA                            (3211113011)
3.      M. MASRUR ROZIQI                   (3211113015)
4.      NOVITA DIAN SARI                     (3211113020)
  1. SITI ROHMAH YUNIARTI           (3211113024)
  2. PUPUT ALFIANTI                           (3211113150)
  3. PUTRI RUSMITA SARI                (3211113151)
  4. EKO CAHYONO                             (3211113186)
KELAS                         :  6 - A
FAKULTAS                  : TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN                    : PAI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) TULUNGAGUNG
MARET 2014



KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas segala limpahan  rahmat, taufik, hidayahnya, serta Inayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas  yang diberikan. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman terang benderang, yakni addinul Islam. Semoga kita mendapat syafa’atnya min yaumil kiyamah. Amin.
            Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Dr. Maftukhin, M.Ag, selaku Rektor IAIN Tulungagung yang telah memberi izin kepada kami untuk melanjutkan study.
  2. Saiful Bahri, M.Ag, selaku dosen pembimbing mata Strategi Pengusaha Sukses yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan atas pembuatan tugas individu ini.
  3. Admisi pendidikan selaku tenaga kerja perpustakaan.
  4. Kedua orang tua yang telah memberikan bantuan materi dan moril.
  5. Serta semua pihak yang telah membantu terwujudnya makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa yang disajikan dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun mengharapkan kepada semua pihak atas kritik dan saran dari kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas terselesainya tugas makalah ini dan semoga bermanfaat bagi kita semua, Amin.




Tulungagung, 26-03-2014
                                                                                         

Penyusun






 DAFTAR ISI
Halaman Judul........................................................................................................................ 1
Kata Pengantar....................................................................................................................... 2
Daftar Isi................................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang Masalah................................................................................................. 4
B Rumusan Masalah........................................................................................................... 5
C Tujuan Pembahasan........................................................................................................ 5
BAB II PEMBAHASAN
A.    Hakekat Kewirausahaan............................................................................................... 7
B  Tujuan Kewirausahaan................................................................................................... 8
C  Ruang Lingkup Kewirausahaan..................................................................................... 9
D  Manfaat Kewirausahaan...............................................................................................10
E  Objek Kewirausahaan...................................................................................................11
F   Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan ................................................11
G  Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan...............................................................12
BAB III PENUTUP
A Kesimpulan................................................................................................................... 14
B Saran............................................................................................................................. 15
DAFTAR RUJUKAN...........................................................................................................16








BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.










B.     RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana Hakekat Kewirausahaan ?
2.    Bagaimana Tujuan Kewirausahaan ?
3.    Bagaimana Ruang Lingkup Kewirausahaan ?
4.    Bagaimana Manfaat Kewirausahaan ?
5.    Bagaimana Objek Kewirausahaan ?
6.    Bagaimana Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan ?
7.    Bagaimana Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan ?

C.    TUJUAN MASALAH
1.    Untuk mengetahui Hakekat Kewirausahaan
2.    Untuk mengetahui Tujuan Kewirausahaan
3.    Untuk mengetahui Ruang Lingkup Kewirausahaan
4.    Untuk mengetahui Manfaat Kewirausahaan
5.    Untuk mengetahui Objek Kewirausahaan
6.    Untuk mengetahui Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan
7.    Untuk mengetahui Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan
















BAB II
PEMBAHASAN

A.     Hakekat Kewirausahaan
Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan dan kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Sedangkan yang dimaksud dengan seorang wirausahawan adalah orang – orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan - kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber  daya - sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.
Ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1.    Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2.    Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3.    Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4.    Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5.    Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6.    Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Menurut Zimmerer, Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.[1]
Secara epismologis, sebenarnya kewirausahaan hakekatnya adalah suatu kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga pengerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup. Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata-kata tetapi juga berbuat merealisasikan rencana-rencana dalam pikirannya kedalam suatu tindakan yang berorentasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, pola pikir tentang sesuatu yang baru serta inovasi, yaitu tindakan dalam sesuatu yang baru.  
Dari uraian di atas ciri-ciri kepribadian seorang wirausaha adalah sebagai berikut:
1.    Memiliki cita-cita dan kemudian berusaha mewujudkan cita-cita tersebut.
2.    Berani menanggung resiko.
3.    Mau dan suka bekerja keras.
4.    Memiliki semangat yang tinggi dan tidak mudah putus asa.
5.    Memiliki rasa percaya diri yang kuat.
6.    Memiliki keterampilan untuk memimpin orang lain.
7.    Memiliki daya kreativitas yang tinggi.
Menurut Sukanto Tanoto, yang berkaitan dengan pandangan bisnis dan penggunaan sumber daya manusia, ada empat tipe wirausaha, yaitu:
1.    Kelompok wirausaha yang tidak memiliki bayangan dan cita-cita untuk menjadi besar. Bagi kelompok ini, sudah merasa cukup bila hasil bisnisnya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
2.    Kelompok wirausaha yang gagal dalam bisnisnya.
3.    Kelompok usaha yang sukses semasa pemilik modal atau bisnis masih hidup.
4.    Kelompok wirausaha yang menyadari bahwa usahanya tidak dapat berkembang lebih jauh lagi, kalau tidak mengembangkan sumber daya manusianya.[2]

B.     Tujuan Kewirausahaan
Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkan di Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, dan di berbagai kursus bisnis. Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Agar lebih jelas, di bawah ini diuraikan tujuan dari Kewirausahaan, sebagai berikut:
1.    Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
2.    Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3.    Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
4.    Menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.
C.    Ruang Lingkup Kewirausahaan
Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum, ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikan secara rinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang:
1.    Lapangan agraris
a.    Pertanian
b.    Perkebunan dan kehutanan
2.    Lapangan perikanan
a.    Pemeliharaan ikan
b.    Penetasan ikan
c.    Makanan ikan
d.   Pengangkutan ikan
3.    Lapangan peternakan
a.    Bangsa burung atau ungags
b.    Bangsa binatang menyusui
4.    Lapangan perindustrian dan kerajinan
a.    Industri besar
b.    Industri menengah
c.    Industri kecil
1)   Pengrajin
5.    Lapangan pertambangan dan energy
a.    Lapangan perdagangan
1)   Sebagai pedagang besar
2)   Sebagai pedagang menengah
3)   Sebagai pedagang kecil
6.    Lapangan pemberi jasa
a.    Sebagai pedagang perantara
b.    Sebagai pemberi kredit atau perbankan
c.    Sebagai pengusaha angkutan
d.   Sebagai pengusaha hotel dan restoran
e.    Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata
f.     Sebagai pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainya.[3]

D.    Manfaat Kewirausahaan  
Kewirausahaan memiliki  manfaat sosial, yaitu:
a.    Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran
b.    Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan, dsb.
c.    Menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh, karena wirausaha itu adalah orang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain
d.   Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu memperjuangkan lingkungan.
e.    Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
f.     Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan
g.    Memberi contoh bagaimana bekerja keras, tapi tidak melupakan perintah agama
h.    Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan.[4]
Kewirausahaan juga memiliki manfaat individual, yaitu :
1.    Memperoleh kontrol atas kemampuan diri
2.    Pemanfaatan potensi dan melakukan perubahan
3.    Memperoleh financial tanpa batas
4.    Berkontribusi pada masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha.
5.    Hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.[5]

E.     Objek Kewirausahaan
Seperti ilmu lain, kewirausahaan memiliki objek studi yang pada intinya adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku di dunia nyata. Beberapa objek kewirausahaan sebagai berikut :
a.    Kemampuan merumuskan tujuan hidup dan mengelola usaha.
b.    Kemampuan memotivasi diri.
c.    Kemampuan berinisiatif
d.   Kemampuan membentuk modal (capital)
e.    Kemampuan mengatur waktu (time management skill)
f.     Kemampuan mental yang dilandasi agama
g.    Kemampuan mengambil hikmah dari pengalaman.[6]

F.     Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan

Keuntungan menjadi wirausaha adalah:
a.    Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh
b.    Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri
c.    Terbuka peluang untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan secara maksimal
d.   Terbuka kesempatan untuk menjadi bos
e.    Terbuka peluang membantu masyarakat dengan usaha-usaha yang konkrit.

Sedangkan kelemahannya antara lain:
1.    Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko. Jika resiko ini telah diantisipasi dengan baik, maka berarti wirausaha telah menggeser resiko tersebut.
2.    Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang
3.    Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat.
4.    Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya.[7]
G.    KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHAWAN
a.    Keberhasilan Kewirausahaan
a. Kerja keras yaitu menjalankan usaha kita perlu menyadari bahwa setiap orang yang menekuni bidang usaha, usaha apapun itu, dituntut untuk memiliki pemikiran untuk selalu bekerja keras dan tekun.
b. Kerja sama dengan orang lain yaitu Sebagai makhluk sosial, yang mau tidak mau kita mesti bergantung kepada orang lain, maka dari itu semestinyalah kita belajar bergaul dan membawa diri pada orang lain.
c. Penampilan yang baik, Penampilan adalah cerminan kebersihan hati dan perilaku seseorang, oleh karena itu, untuk menunjang usaha yang kita lakukan maka penampilan juga sangat berperan.
 d. Yakin, keyakinan yaitu Segala sesuatu yang dilakukan wujudkan dalam diri kita bahwa kita bisa.
e. Pandai membuat keputusan.
f. Mau menambah pengetahuan yaitu Seorang wirausahawan dituntut untuk selalu belajar dari sekelilingnya, lingkungan sekitarnya dan dari produk-produk yang dibuat.
g. Pandai berkomunikasi yaitu Belajarlah mengeluarkan kalimat yang baik (sesuai).

2.  Kegagalan Kewirausahaan
a. Kurangnya dana untuk modal. Tidak semua kegagalan disebabkan karena modal yang tidak ada, akan tetapi sebagian besar kegagalan itu ada karena kurangnya dana.
b. Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis. Berikan suatu jabatan kepada ahlinya, dengan kata lain tempatkan sesuatu pada tempatnya.
c. Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang. Dalam berwirausaha, merencanakan sesuatu, atau menyusun sesuatu perlu disiapkan sebelumnya.
d. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluti (diteliti).
Terkait dengan penjelasan point b diatas, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya, termasuk tempatkan minat dan bakat dimana orang itu berminat dan berbakat agar usaha atau pekerjaan yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat ditekuni dengan baik.



3. Sebab – sebab Kegagalan dalam Menjalankan Usaha
a. Kurang ulet dan cepat putus asa, sedangkan kita harus dituntut untuk rajin, tekun, sabar, dan jangan putus asa.
b. Kurang tekun dan teliti.
c. Kurangnya pengawasan.
d. Kemacetan yang sering terjadi.
e. Pelayanan yang kurang baik.
f. Tidak jujur dan kurang cekatan.
g. Kurang inisiatif dan kurang kreatif.
h. Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha.
i. Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial, karena salah satu ciri-ciri kalau orang berbisnis harus kikir, kalau badan sosial, ikhlas beramal, karena apabila perusahaan jadi kikir maka ia jelas irit.
j. Banyak pemborosan dan penyimpangan.
k. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen.
l. Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan.
m. Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang.
n. Memulai usaha tanpa pengalaman dan modal pinjaman.
o. Banyaknya piutang ragu-ragu.
p. Kekeliruan menghitung harga pokok. Dalam melakukan suatu usaha penjualan
    harus menghitung berapa banyak harga pokok.











BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
a.      Kewirausahan pada hakekatnya adalah sifat, cirri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif
b.       Tujuan dari Kewirausahaan yakni: meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas, mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul, menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.
c.       Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali namun secara umum ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis
d.      Kewirausahaan memiliki manfaat sosial dan manfaat individual sehinggan kegiatan kewirausahaan dapat membantu perekonomian menjadi lebih baik
e.       Kewirausahaan memiliki objek studi yang pada intinya adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku di dunia nyata
f.       Keuntungan menjadi wirausaha adalah: terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh, mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri, mendapatkan manfaat dan keuntungan secara maksimal, kesempatan untuk menjadi bos,membantu masyarakat dengan usaha-usaha yang konkrit. Sedangkan kelemahannya antara lain: memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resik, bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang, kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat, tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya
g.    Keberhasilan kewirausahaan terdiri dari kerja keras, kerja sama dengan orang lain, penampilan yang baik, yakin, keyakinan, pandai membuat keputusan, mau menambah pengetahuan, pandai berkomunikasi. Sedangkan kegagalan kewirausahaan kurangnya dana untuk modal, kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis, tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang, tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluti


B.  SARAN
Alhamdulilah berkat kesempatan yang diberikan Allah SWT  makalah ini dapat terselesaikan sesuai waktunya. Demikian yang dapat kami sampaikan dan tulisan dalam makalah ini , jika ada kekurangan maka kami selaku penulis memohon maaf yang sebesar besarnya serta besar harapan kami untuk mendapatkan saran-saran yang bermanfaat.



DAFTAR RUJUKAN

Anoraga, Pandji. 2000.  “Manajemen Bisnis”, Jakarta: PT. Rineka Cipta
Alma, Buchari,. 2002, “Kewirausahaan”, Bandung : cv. Alphabeta
Kristanto,Heru. 2009, “Kewirausahaan Entrepreneurship”, Yogyakarta : Graha ilmu
file:///G:/file%20wirausaha/makalah-kewirausahaan.html diakses pada tanggal 26 Maret 2014
file:///G:/file%20wirausaha/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup.html diakses pada tanggal 26 Maret 2014





[1] file:///G:/file%20wirausaha/makalah-kewirausahaan.html diakses pada tanggal 26 Maret 2014
[2] Pandji Anoraga, manajemen bisnis, (Jakarta: PT. Rineka cipta, 2000), Hal. 41- 42
[3] file:///G:/file%20wirausaha/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup.html diakses pada tanggal 26 Maret 2014
[4] Buchari Alma, Kewirausahaan, (Bandung : cv. Alphabeta, 2002), Hal. 1
[5] Heru Kristanto, Kewirausahaan Entrepreneurship, (Yogyakarta : Graha ilmu, 2009), Hal. 12
[6] Kristanto, Ibid, Hal. 4
[7]Buchari, Ibid, Hal. 4
readmore »»  
Diposting oleh Pertemuan Rutin KKG PAI SD KEC.Watulimo Kab. Trenggalek di 21.35 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lama
Langganan: Komentar (Atom)
Copyright © 2012 Keep Spirit |